Thursday, November 27, 2008

Khalifah di Kesunyian

Sebuah renungan kosong tentang perjalanan panjang seorang anak manusia menuju kehidupan abadi,KEMATIAN.
Menapaki jalan tak beralaskan terompah kemahsyuran,berkeringat mendaki di curamnya kehidupan fana,tak bercahaya dihitam kelamnya malam yang setia menjlati setiap jengkal jasad manusiawinya.
Dan masih tak bergeming saat derasnya hujan mencumbunya dengan dahsyat bersekutu dengan sang bayu yang maha angkuh, tertawa ditengah derasnya runtuhan air dari surga dan terdiam bila cambuk sang malaikat yang menggelagar membelah mahsyurnya langit senja,dan dia tetap tak bergeming.
Tertunduk di tengah riuhnya nyanyian alam,terpejam menanti pancaran sinar putih yang teramat putih untuk sekedar disebut putih,karena cahaya itulah jalan menuju kehidupan yang abadi,KEMATIAN.
-Khalifah di Kesunyian-

Monday, November 17, 2008

Tukul >= parto + didin + sule

Setelah KPI me-Rest In Peace acara Empat Mata,trans 7 membuat suatu 'acara baru' yang diberi nama Tanda Mata.
Dan hebatnya untuk "mempertahankan" rating yang sebelumnya telah di ukir seorang Tukul Arwana dengan Empat Matanya,maka Tanda Mata harus mengandalkan Parto,Didin dan Sule sebagai pengangkat acara dan rating.
So...bisa kita tuliskan :Tukul >= parto + didin + sule

Tuesday, November 11, 2008

Bahaya Quick Count

Quick Count atau penghitungan suara cepat adalah proses pencatatan hasil perolehan suara di ribuan TPS yang dipilih secara acak. Quick Count adalah prediksi hasil pemilu berdasarkan fakta bukan berdasarkan opini. Karena itu ia tidak sama dengan jajak pendapat terhadap pemilih yang baru saja mencoblos atau yang biasa disebut exit poll.

Metode Quick Count memungkinkan kita mengetahui gambaran hasil pemilu secara cepat dan "akurat".Meskipun secara metode statistika Quick COunt biasanya memiliki tingkat kesalahan 1-2%.

Tingkat kesalahan inilah yang memungkinkan hasil penghitungan Quick COunt dan perhitungan manual berbeda,seperti yang terjadi di PILKADA JATIM.

Yang pada akhirnya sangat mungkin menyebabkan terjadinya ketidakpuasan dari pihak yang kalah terutama ditingkat "akar rumput" sehingga rawan terjadi gesekan dan perpecahan.

Alangkah bijaknya bila pelaksana metode Quick COunt untuk menunda hasil perhitungan Quick Count bila di ketahui bahwa selisih prosentase hasil yang didapatkan terlalu tipis dalam interval 1-2% sesuai dengan tingkat kesalahan yang diambil dalam metode Quick Count.(khalifah)

Sunday, November 9, 2008

Kenapa Harus Ada PILKADA?

Keberadaan Pemilihan Kepala Daerah yang pada awalnya merupakan wujud dari demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Bahkan PILKADA secara tidak langsung menjadi alat pemecah belah bagi kelangsungan NKRI,dengan banyaknya aksi kerusuhan yang disebabkan oleh ketidakpuasan calon kepala daerah dan pendukungnya yang kalah dalam pemilihan kepala daerah, entah ditingkat kabupaten atau di tingkat provinsi.

Proses PILKADA di Maluku Utara merupakan salah satu PILKADA yang paling banyak menyita banyak perhatian masyarakat.Kerusuhan dan bentrokan seakan akrab dengan PILKADA MALUKU. Meskipin Akhirnya Thaib Armain dan Abdul Gani Kasuba memenangkan Pilkada Maluku Utara setelah berhasil menyingkirkan Abdul Gafur dan Abdul Rahim Fabanyo dengan selisih perolehan suara tipis,namun tetap saja kontroversi dan kerusuhan masih terjadi.

Dari aspek biaya yang di keluarkan dalam setiap pelaksanaan PILKADA,kita akan mendapatkan suatu angka yang sangat menakjubkan. Sebagai contoh PILKADA Jatim yang berlangsung 2 putaran. Untuk putaran pertama saja menghabiskan biaya sebesar Rp 560 miliar dan untuk putaran kedua menghabiskan dana sebesar Rp 225 miliar. BIla kita gabungkan dana kedua putaran tersebut kita dapatkan dana sebesar 785 miliar. Dana tersebut belum termasuk dana yang dikeluarkan oleh masing-masing calon gubernur yang ikut berkompetisi dalam PILKADA Jatim. Sungguh sebuah dana yang sangat besar untuk provinsi yang pada tahun 2005 mencatatkan jumlah keluarga miskin(GAKIN) sebesar 10 juta GAKIN.

Jadi pertanyaannya kenapa harus ada PILKADA??

Wednesday, November 5, 2008

Petuah Bijak

Petuah Bijak
Sahabat kucoba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satupun yang berarti

Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu

Hari ini terlalu indah
Untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Jejak langkahmu

Semoga saja ini hanya
Sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa - sisa umur

Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu

Terangkan hari Tegakkan langkahmu
Sinari cita, Tancapkan asa,
Lepaskan diri Dari belenggu ini

Empat Mata Rest In Peace

Empat Mata Rest In Peace
Akhirnya KPI mengeluarkan "fatwa" yang mengada-ada dengan me-RIP kan acara empat mata di trans 7. Gara-garanya 'Empat Mata' yang dibintangi Tukul Arwana itu mempertontonkan bintang tamu makan ikan hidup-hidup.
Yang Jadi pertanyaan bukankah "bintang tamu makan ikan hidup-hidup" udah lama di tampilkan oleh program acara yang lain?Kenapa empat Mata yang menjadi sasaran tembak?

Monday, November 3, 2008

NIkah Sirri=alibi bagi yang MBA

Nikah Sirri yang sejatinya merupakan nikah berdasarkan hukum munakahat dan tidak dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan tidak dicatatkan di KUA.
Kata sirri berasal dari bahasa arab sirra, israr yang berarti rahasia (Yunus 1973:167). Kawin sirri menurut artinya adalah nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya dimasyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan didepan PPN atau dicatat di KUA setempat.
Tapi pada prakteknya NIkah Sirri hanyalah merupakan Alibi bagi mereka yang telah terlanjur MBA,…