Wacana fatwa haram golput yang dilontarkan Hidaya Nurwahid menjadi kontroversi dan polemik di republik yang semakin Ancur dalam seminggu terakhir.
Yang jadi pertanyaan bijakkah fatwa tersebut untuk di keluarkan oleh MUI?
Kalo fatwa tersebut dikeluarkan oleh MUI,bagaimanakah dengan WNI yang tidak beragama Islam?
Apakah Tuhan dulu pernah memerintahkan hambanya untuk milih partai?
Sudah demikian kroniskah moral bangsa ini sampai urusan Pemilu aja melibatkan Tuhan?
Dosakah aku Tuhan jika tidak memilih satu diantara mereka?
-khalifah di kesunyian-
Sunday, December 14, 2008
Monday, December 1, 2008
Antara Ahmad DHani, Bendera dan Roy(jali) Suryo
Setelah Video Klip lagu Dewa19 dengan judul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia beredar,muncul kontroversi tentang penggunaan "bendera" yang di pergunakan oleh Dewa19 sebagai background logo baru Dewa19.
Kontroversi ini menguat ketika si Roy(jali) Suryo melaporkan Ahmad Dhani (kenapa bukan Dewa19?) ke mabes Polri dengan tuduhan penghinaan terhadap bendera kebangsaan.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 Bab I Pasal I mengatakan :Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih,selanjutnya disebut Bendera Kebangsaan,berbentuk segi-empat panjang,yang lebarnya dua-pertiga daripada panjangnya;bagian atas berwarna merah,dan bagian bawah berwarna putih sedang kedua bagian itu samalebarnya.
http://kahlilpooh.files.wordpr... /12/pp-no-40-tahun-1958.pdf
Dari pasal tersebut bisa kita artikan bahwa jika ukuran lebar dan panjangnya tidak 2:3 maka itu tidak bisa disebut sebagai bendera kebangsaan merah putih.
Kenapa si Roy(jali) Suryo ngotot ingin memperkarakan Dhani??kenapa bukan Dewa19??
Alasan pertama adalah si Roy (jali) Suryo ingin balas dendam kenapa Ahmad Dhani (bukan Dewa19),karena pernah berselisih paham dengan Ahmad Dhani tentang Foto Mesra Dhani-Mulan yang pernah di klaim si goblok Roy (jali) suryo sebagai foto asli dan bahkan dengan guuooblooknya (again n again),dia bilang kalo foto ini merupakan sebuah klip film.Tapi ternyata seorang fans Mulan yang notabene bukan seorang "pakar TELEMATIKA" bisa membuktikan kalo foto itu merupakan rekayasa komputer. Hal ini membongkar fakta bahwa si Roy(jali) Suryo itu bukan merupakan seorang Pakar,dia hanyalah seorang yang bermulut besar dan hanya cari sensasi.
Alasan kedua adalah dia sedang mencari popularitas agar bisa sering masuk infoteinment,dengan mendompleng popularitas seorang Ahmad Dhani.Secara dia adalah seorang Caleg dari partai Demokrat untuk Pemilu 2009 yang butuh Promosi Gratis di depan media TV.
Dan yang lebih menggelikan lagi ternyata eh ternyata si Roy(jali) suryo adalah salah satu anggota tim yang memberikan masukan untuk RUU tentangbendera.
http://www.seleb.tv/content/vi.../
-Khalifah di Kesunyian-
Kontroversi ini menguat ketika si Roy(jali) Suryo melaporkan Ahmad Dhani (kenapa bukan Dewa19?) ke mabes Polri dengan tuduhan penghinaan terhadap bendera kebangsaan.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 Bab I Pasal I mengatakan :Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih,selanjutnya disebut Bendera Kebangsaan,berbentuk segi-empat panjang,yang lebarnya dua-pertiga daripada panjangnya;bagian atas berwarna merah,dan bagian bawah berwarna putih sedang kedua bagian itu samalebarnya.
http://kahlilpooh.files.wordpr... /12/pp-no-40-tahun-1958.pdf
Dari pasal tersebut bisa kita artikan bahwa jika ukuran lebar dan panjangnya tidak 2:3 maka itu tidak bisa disebut sebagai bendera kebangsaan merah putih.
Kenapa si Roy(jali) Suryo ngotot ingin memperkarakan Dhani??kenapa bukan Dewa19??
Alasan pertama adalah si Roy (jali) Suryo ingin balas dendam kenapa Ahmad Dhani (bukan Dewa19),karena pernah berselisih paham dengan Ahmad Dhani tentang Foto Mesra Dhani-Mulan yang pernah di klaim si goblok Roy (jali) suryo sebagai foto asli dan bahkan dengan guuooblooknya (again n again),dia bilang kalo foto ini merupakan sebuah klip film.Tapi ternyata seorang fans Mulan yang notabene bukan seorang "pakar TELEMATIKA" bisa membuktikan kalo foto itu merupakan rekayasa komputer. Hal ini membongkar fakta bahwa si Roy(jali) Suryo itu bukan merupakan seorang Pakar,dia hanyalah seorang yang bermulut besar dan hanya cari sensasi.
Alasan kedua adalah dia sedang mencari popularitas agar bisa sering masuk infoteinment,dengan mendompleng popularitas seorang Ahmad Dhani.Secara dia adalah seorang Caleg dari partai Demokrat untuk Pemilu 2009 yang butuh Promosi Gratis di depan media TV.
Dan yang lebih menggelikan lagi ternyata eh ternyata si Roy(jali) suryo adalah salah satu anggota tim yang memberikan masukan untuk RUU tentangbendera.
http://www.seleb.tv/content/vi.../
-Khalifah di Kesunyian-
Thursday, November 27, 2008
Khalifah di Kesunyian
Sebuah renungan kosong tentang perjalanan panjang seorang anak manusia menuju kehidupan abadi,KEMATIAN.
Menapaki jalan tak beralaskan terompah kemahsyuran,berkeringat mendaki di curamnya kehidupan fana,tak bercahaya dihitam kelamnya malam yang setia menjlati setiap jengkal jasad manusiawinya.
Dan masih tak bergeming saat derasnya hujan mencumbunya dengan dahsyat bersekutu dengan sang bayu yang maha angkuh, tertawa ditengah derasnya runtuhan air dari surga dan terdiam bila cambuk sang malaikat yang menggelagar membelah mahsyurnya langit senja,dan dia tetap tak bergeming.
Tertunduk di tengah riuhnya nyanyian alam,terpejam menanti pancaran sinar putih yang teramat putih untuk sekedar disebut putih,karena cahaya itulah jalan menuju kehidupan yang abadi,KEMATIAN.
-Khalifah di Kesunyian-
Menapaki jalan tak beralaskan terompah kemahsyuran,berkeringat mendaki di curamnya kehidupan fana,tak bercahaya dihitam kelamnya malam yang setia menjlati setiap jengkal jasad manusiawinya.
Dan masih tak bergeming saat derasnya hujan mencumbunya dengan dahsyat bersekutu dengan sang bayu yang maha angkuh, tertawa ditengah derasnya runtuhan air dari surga dan terdiam bila cambuk sang malaikat yang menggelagar membelah mahsyurnya langit senja,dan dia tetap tak bergeming.
Tertunduk di tengah riuhnya nyanyian alam,terpejam menanti pancaran sinar putih yang teramat putih untuk sekedar disebut putih,karena cahaya itulah jalan menuju kehidupan yang abadi,KEMATIAN.
-Khalifah di Kesunyian-
Monday, November 17, 2008
Tukul >= parto + didin + sule
Setelah KPI me-Rest In Peace acara Empat Mata,trans 7 membuat suatu 'acara baru' yang diberi nama Tanda Mata.
Dan hebatnya untuk "mempertahankan" rating yang sebelumnya telah di ukir seorang Tukul Arwana dengan Empat Matanya,maka Tanda Mata harus mengandalkan Parto,Didin dan Sule sebagai pengangkat acara dan rating.
So...bisa kita tuliskan :Tukul >= parto + didin + sule
Dan hebatnya untuk "mempertahankan" rating yang sebelumnya telah di ukir seorang Tukul Arwana dengan Empat Matanya,maka Tanda Mata harus mengandalkan Parto,Didin dan Sule sebagai pengangkat acara dan rating.
So...bisa kita tuliskan :Tukul >= parto + didin + sule
Tuesday, November 11, 2008
Bahaya Quick Count
Quick Count atau penghitungan suara cepat adalah proses pencatatan hasil perolehan suara di ribuan TPS yang dipilih secara acak. Quick Count adalah prediksi hasil pemilu berdasarkan fakta bukan berdasarkan opini. Karena itu ia tidak sama dengan jajak pendapat terhadap pemilih yang baru saja mencoblos atau yang biasa disebut exit poll.
Metode Quick Count memungkinkan kita mengetahui gambaran hasil pemilu secara cepat dan "akurat".Meskipun secara metode statistika Quick COunt biasanya memiliki tingkat kesalahan 1-2%.
Tingkat kesalahan inilah yang memungkinkan hasil penghitungan Quick COunt dan perhitungan manual berbeda,seperti yang terjadi di PILKADA JATIM.
Yang pada akhirnya sangat mungkin menyebabkan terjadinya ketidakpuasan dari pihak yang kalah terutama ditingkat "akar rumput" sehingga rawan terjadi gesekan dan perpecahan.
Alangkah bijaknya bila pelaksana metode Quick COunt untuk menunda hasil perhitungan Quick Count bila di ketahui bahwa selisih prosentase hasil yang didapatkan terlalu tipis dalam interval 1-2% sesuai dengan tingkat kesalahan yang diambil dalam metode Quick Count.(khalifah)
Metode Quick Count memungkinkan kita mengetahui gambaran hasil pemilu secara cepat dan "akurat".Meskipun secara metode statistika Quick COunt biasanya memiliki tingkat kesalahan 1-2%.
Tingkat kesalahan inilah yang memungkinkan hasil penghitungan Quick COunt dan perhitungan manual berbeda,seperti yang terjadi di PILKADA JATIM.
Yang pada akhirnya sangat mungkin menyebabkan terjadinya ketidakpuasan dari pihak yang kalah terutama ditingkat "akar rumput" sehingga rawan terjadi gesekan dan perpecahan.
Alangkah bijaknya bila pelaksana metode Quick COunt untuk menunda hasil perhitungan Quick Count bila di ketahui bahwa selisih prosentase hasil yang didapatkan terlalu tipis dalam interval 1-2% sesuai dengan tingkat kesalahan yang diambil dalam metode Quick Count.(khalifah)
Sunday, November 9, 2008
Kenapa Harus Ada PILKADA?
Keberadaan Pemilihan Kepala Daerah yang pada awalnya merupakan wujud dari demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Bahkan PILKADA secara tidak langsung menjadi alat pemecah belah bagi kelangsungan NKRI,dengan banyaknya aksi kerusuhan yang disebabkan oleh ketidakpuasan calon kepala daerah dan pendukungnya yang kalah dalam pemilihan kepala daerah, entah ditingkat kabupaten atau di tingkat provinsi.
Proses PILKADA di Maluku Utara merupakan salah satu PILKADA yang paling banyak menyita banyak perhatian masyarakat.Kerusuhan dan bentrokan seakan akrab dengan PILKADA MALUKU. Meskipin Akhirnya Thaib Armain dan Abdul Gani Kasuba memenangkan Pilkada Maluku Utara setelah berhasil menyingkirkan Abdul Gafur dan Abdul Rahim Fabanyo dengan selisih perolehan suara tipis,namun tetap saja kontroversi dan kerusuhan masih terjadi.
Dari aspek biaya yang di keluarkan dalam setiap pelaksanaan PILKADA,kita akan mendapatkan suatu angka yang sangat menakjubkan. Sebagai contoh PILKADA Jatim yang berlangsung 2 putaran. Untuk putaran pertama saja menghabiskan biaya sebesar Rp 560 miliar dan untuk putaran kedua menghabiskan dana sebesar Rp 225 miliar. BIla kita gabungkan dana kedua putaran tersebut kita dapatkan dana sebesar 785 miliar. Dana tersebut belum termasuk dana yang dikeluarkan oleh masing-masing calon gubernur yang ikut berkompetisi dalam PILKADA Jatim. Sungguh sebuah dana yang sangat besar untuk provinsi yang pada tahun 2005 mencatatkan jumlah keluarga miskin(GAKIN) sebesar 10 juta GAKIN.
Jadi pertanyaannya kenapa harus ada PILKADA??
Bahkan PILKADA secara tidak langsung menjadi alat pemecah belah bagi kelangsungan NKRI,dengan banyaknya aksi kerusuhan yang disebabkan oleh ketidakpuasan calon kepala daerah dan pendukungnya yang kalah dalam pemilihan kepala daerah, entah ditingkat kabupaten atau di tingkat provinsi.
Proses PILKADA di Maluku Utara merupakan salah satu PILKADA yang paling banyak menyita banyak perhatian masyarakat.Kerusuhan dan bentrokan seakan akrab dengan PILKADA MALUKU. Meskipin Akhirnya Thaib Armain dan Abdul Gani Kasuba memenangkan Pilkada Maluku Utara setelah berhasil menyingkirkan Abdul Gafur dan Abdul Rahim Fabanyo dengan selisih perolehan suara tipis,namun tetap saja kontroversi dan kerusuhan masih terjadi.
Dari aspek biaya yang di keluarkan dalam setiap pelaksanaan PILKADA,kita akan mendapatkan suatu angka yang sangat menakjubkan. Sebagai contoh PILKADA Jatim yang berlangsung 2 putaran. Untuk putaran pertama saja menghabiskan biaya sebesar Rp 560 miliar dan untuk putaran kedua menghabiskan dana sebesar Rp 225 miliar. BIla kita gabungkan dana kedua putaran tersebut kita dapatkan dana sebesar 785 miliar. Dana tersebut belum termasuk dana yang dikeluarkan oleh masing-masing calon gubernur yang ikut berkompetisi dalam PILKADA Jatim. Sungguh sebuah dana yang sangat besar untuk provinsi yang pada tahun 2005 mencatatkan jumlah keluarga miskin(GAKIN) sebesar 10 juta GAKIN.
Jadi pertanyaannya kenapa harus ada PILKADA??
Wednesday, November 5, 2008
Petuah Bijak
Petuah Bijak
Sahabat kucoba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satupun yang berarti
Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu
Hari ini terlalu indah
Untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya
Sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa - sisa umur
Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Terangkan hari Tegakkan langkahmu
Sinari cita, Tancapkan asa,
Lepaskan diri Dari belenggu ini
Sahabat kucoba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satupun yang berarti
Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu
Hari ini terlalu indah
Untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya
Sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa - sisa umur
Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Terangkan hari Tegakkan langkahmu
Sinari cita, Tancapkan asa,
Lepaskan diri Dari belenggu ini
Empat Mata Rest In Peace
Empat Mata Rest In Peace
Akhirnya KPI mengeluarkan "fatwa" yang mengada-ada dengan me-RIP kan acara empat mata di trans 7. Gara-garanya 'Empat Mata' yang dibintangi Tukul Arwana itu mempertontonkan bintang tamu makan ikan hidup-hidup.
Yang Jadi pertanyaan bukankah "bintang tamu makan ikan hidup-hidup" udah lama di tampilkan oleh program acara yang lain?Kenapa empat Mata yang menjadi sasaran tembak?
Akhirnya KPI mengeluarkan "fatwa" yang mengada-ada dengan me-RIP kan acara empat mata di trans 7. Gara-garanya 'Empat Mata' yang dibintangi Tukul Arwana itu mempertontonkan bintang tamu makan ikan hidup-hidup.
Yang Jadi pertanyaan bukankah "bintang tamu makan ikan hidup-hidup" udah lama di tampilkan oleh program acara yang lain?Kenapa empat Mata yang menjadi sasaran tembak?
Monday, November 3, 2008
NIkah Sirri=alibi bagi yang MBA
Nikah Sirri yang sejatinya merupakan nikah berdasarkan hukum munakahat dan tidak dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dan tidak dicatatkan di KUA.
Kata sirri berasal dari bahasa arab sirra, israr yang berarti rahasia (Yunus 1973:167). Kawin sirri menurut artinya adalah nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya dimasyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan didepan PPN atau dicatat di KUA setempat.
Tapi pada prakteknya NIkah Sirri hanyalah merupakan Alibi bagi mereka yang telah terlanjur MBA,…
Kata sirri berasal dari bahasa arab sirra, israr yang berarti rahasia (Yunus 1973:167). Kawin sirri menurut artinya adalah nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau rahasia. Sedangkan dalam prakteknya dimasyarakat kawin sirri adalah perkawinan yang tidak disaksikan oleh orang banyak dan tidak dilakukan didepan PPN atau dicatat di KUA setempat.
Tapi pada prakteknya NIkah Sirri hanyalah merupakan Alibi bagi mereka yang telah terlanjur MBA,…
Thursday, September 25, 2008
Rehat
Mungkin sudah saatnya untuk sementara menghindar,
dan biarkan semua itu terjadi asal tidak menjadi.
Mungkin sudah saatnya sejenak untuk sekedar acuh ,
dan memaksa otak untuk tidak berontak.
Wis lah Luweh….
dan biarkan semua itu terjadi asal tidak menjadi.
Mungkin sudah saatnya sejenak untuk sekedar acuh ,
dan memaksa otak untuk tidak berontak.
Wis lah Luweh….
Sunday, August 31, 2008
Jilbab Biadab (II)
Jilbab Biadab??(II)
Dan ternyata sulit untuk memaknai Jilbab Biadab itu seperti apa.
Sampai sekarang saya masi bingung tentang pemaknaannya..
Apakah jilbab biadab adalah seorang wanita berjilbab yang...aahh..ntahlah,APA SIH JILBAB BIADAB ITU??
Dan ternyata sulit untuk memaknai Jilbab Biadab itu seperti apa.
Sampai sekarang saya masi bingung tentang pemaknaannya..
Apakah jilbab biadab adalah seorang wanita berjilbab yang...aahh..ntahlah,APA SIH JILBAB BIADAB ITU??
Kritik terhadap kritikus Ahmad Dhani
Kritik terhadap kritikus Ahmad DHani
Seni itu soal selera. Seorang musikus avant-garde bisa saja mencerca semua musik yang ada di dunia sebagai “dangkal” dan “tidak original”. Pada saat yang sama, orang kebanyakan juga bisa mencerca orang itu – katakanlah lulusan IKJ, ISI, atau sekolah musik bergengsi di Eropa sana — sebagai megalomaniak kesepian yang kerjanya beronani dalam berkesenian. Hidup Kangen Band! :D
Seniman juga tidak pernah lepas dari kontroversi. Beethoven, misalnya, adalah seorang komposer yang sangat emosional dan tidak setia pada perkawinannya. Wagner, komposer gila ini juga punya kontroversi; cinta segitiga antara dirinya, istrinya Cosima dan Nietzsche! Bapak gitar dunia, Andre Segovia, tidak pernah mau mengakui virtuositas komposer asal Paraguay, Agustin Barrios Mangore, itu melebihi Franceso Tarrega, meskipun murid terbaik Segovia, John William, berpendapat sebaliknya.
Kata Jubing Kristianto, gitaris lokal kita, Segovia [asli Spanyol, asli Kaukasian] mungkin sombong karena Barrios dari negara pos-kolonial. Tidak semua orang suka Segovia. Meskipun ia disebut sebagai bapak gitar karena telah memberi instrumen kelas dua itu tempat layak dalam ranah musik klasik, banyak gitaris sekarang yang mengatakan bahwa permainan gitarnya “buruk”, apalagi kalo dibandingkan murid-muridnya. Tentu gitaris ortodoks yang memuja Segovia akan protes, “anda tidak punya otoritas untuk mengkritik sang maestro!” Musik memang bukan sepak bola, tapi siapapun berhak mengkritik.
Kalo mengkritik Ahmad Dhani? Apalagi cuma Ahmad Dhani, Segovia aja dikritik. Tapi sayang, kritik terhadap karya Ahmad Dhani tidak lebih dari komentar sinis dari mereka yang merasa terganggu dengan tabiatnya. Prihatin, karena pada akhirnya yang muncul adalah arogansi kritikus Dhani [yang lebih kronik dari Dhani!!] dan, yang paling menyedihkan, keengganan untuk menghargai musisi lokal. Dhani biasa disebut plagiator. Ada beberapa hal yang perlu dicatat [gak pede untuk menggunakan kata ‘diluruskan’] tentang tuduhan ini.
Tentang Plagiat
Kata kamus Encarta, “plagiarism” adalah, “copy something from other person’s work: to copy another person’s idea or written work and CLAIM IT AS ORIGINAL.” Kalo kata Webster, “plagiarism” adalah “to steal and pass off (the ideas or words of another) as one’s own : use (another’s production) WITHOUT CREDITING THE SOURCE. (Kapitalisasi dari saya.)
Apakah Dhani plagiat? Untuk membuktikan seseorang plagiat tidak mudah karena anda harus mengkonfirmasi si seniman apakah dia mengaku-ngaku bahwa karyanya 100 persen original atau tidak, atau apakah ia menyebut sumber dari lirik atau nada yang anda tuduh diplagiat oleh si seniman itu.
Orijinalitas itu barang langka apalagi dalam budaya pop. Eklektikisme yang berlaku. Saya pernah berbincang dengan Paul Van Dyke, musikus elektronik yang suka “memberi nyawa baru pada musik-musik orang lain”. Dia sangat “humble”, tetapi percaya diri bahwa ngeDJ itu juga seni dan tentunya merasa bahwa ada orijinalitas di situ.
Kritikus Dhani biasanya berangkat dari asumsi bahwa Dhani mengakui karyanya 100 persen original, asli dari “inner imagination” dia. Ini kesalahan mereka. Dari awal, Dhani sudah menunjukkan kecenderungan dia pada Queen, U2, Toto atau The Beatles – yang semuanya juga tidak suci dari inspirasi band-band/musik/musisi pendahulu mereka.
Ketika mendengar lagu “Sembilan Hari” dari album Format Masa depan, saya tahu itu pasti terinspirasi dari lagu “Long Away” dari album A Day at the Races. Kalo saya tanya langsung ke Dhani apakah benar begitu, lalu dia bilang “gak kok, itu asli 100 persen original”. Dia seorang plagiat. Tapi kan Dhani sering banget bikin tribute untuk Queen dan albumnya terpampang foto Queen. Bisa dibilang dia sudah mengakui inspirasi itu, meski tidak harus secara verbal. Kasusnya beda ama Melly yang mengaku belum pernah mendengar “Liebesleid” (‘The Sadness of Love’) karya Kreisler yang melodinya sama banget sama reff lagu “Ada Apa Dengan Cinta”.
Meminjam dan Mencuri
Harus dibedakan antara “borrowing” dan “stealing” seperti kita membedakan “breaking” dan “entering”.
Anda bertanya, adakah orijinalitas dalam karya-karya Dhani? Nah pertanyaan ini sebenarnya sulit dijawab, karena sangat tergantung pada wawasan musik seseorang. Seperti kata Ananda Sukarlan, yang mengutip Stravinsky, “good composers don’t borrow, they steal.” Ananda bilang bahwa Rapsodia Nusantara No. 1 (dia klaim sebagai karya dia) itu merupakan lagu yang terinspirasi dari lagu Kicir-kicir dan Si Jali-Jali. Pada beberapa bagian, melodinya sama persis. Franz Liszt juga bikin Hungarian Rhapsody yang terpengaruh lagu Rakyat Polandia.
Dalam hal ini, Dhani, Ananda atau Franz Liszt itu “meminjam”, karena memang ketahuan jelas banget. Tetapi bukan berarti karya mereka tidak original sama sekali atau mereka plagiat! Mungkin ada yang mereka curi, tetapi kita tidak tahu. Itu rahasia komposer dan penulis lagu.
Ada beberapa lagu Dhani yang terdengar sangat original [misalnya Kuldesak atau Kasidah Cinta], tapi saya menduga pasti ada inspirasinya. Tapi wawasan musik saya tidak seluas Dhani. As a pop-rock song writer, Dhani is quite erudite. I sense ingenuity in his music, in the way he mystically and aesthetically mixed Led Zeppelin and the Great Sufis of Islam. Tapi ini soal selera, anda tentu boleh bilang musik Dhani basi, katrok atau kacangan. You have the civil and aesthetical rights to express your judgment.
Eh, kalo mencela Dhani? Yah, terserah. Mau bilang dia berengsek, arogan, megalomaniak, bengal, gila, imbecile, it’s none of my business. Itu semua bersifat slanderous dan, seperti yang suka dikatakan ahli debat di blogosphere, ad hominem. Bukan untuk diperdebatkan. Tapi bisa dibawa ke pengadilan [oleh Dhani dan Front Pembela Ahmad Dhani yang fanatik. Hehe…].
Diambil dari :http://gentole.wordpress.com/
Seni itu soal selera. Seorang musikus avant-garde bisa saja mencerca semua musik yang ada di dunia sebagai “dangkal” dan “tidak original”. Pada saat yang sama, orang kebanyakan juga bisa mencerca orang itu – katakanlah lulusan IKJ, ISI, atau sekolah musik bergengsi di Eropa sana — sebagai megalomaniak kesepian yang kerjanya beronani dalam berkesenian. Hidup Kangen Band! :D
Seniman juga tidak pernah lepas dari kontroversi. Beethoven, misalnya, adalah seorang komposer yang sangat emosional dan tidak setia pada perkawinannya. Wagner, komposer gila ini juga punya kontroversi; cinta segitiga antara dirinya, istrinya Cosima dan Nietzsche! Bapak gitar dunia, Andre Segovia, tidak pernah mau mengakui virtuositas komposer asal Paraguay, Agustin Barrios Mangore, itu melebihi Franceso Tarrega, meskipun murid terbaik Segovia, John William, berpendapat sebaliknya.
Kata Jubing Kristianto, gitaris lokal kita, Segovia [asli Spanyol, asli Kaukasian] mungkin sombong karena Barrios dari negara pos-kolonial. Tidak semua orang suka Segovia. Meskipun ia disebut sebagai bapak gitar karena telah memberi instrumen kelas dua itu tempat layak dalam ranah musik klasik, banyak gitaris sekarang yang mengatakan bahwa permainan gitarnya “buruk”, apalagi kalo dibandingkan murid-muridnya. Tentu gitaris ortodoks yang memuja Segovia akan protes, “anda tidak punya otoritas untuk mengkritik sang maestro!” Musik memang bukan sepak bola, tapi siapapun berhak mengkritik.
Kalo mengkritik Ahmad Dhani? Apalagi cuma Ahmad Dhani, Segovia aja dikritik. Tapi sayang, kritik terhadap karya Ahmad Dhani tidak lebih dari komentar sinis dari mereka yang merasa terganggu dengan tabiatnya. Prihatin, karena pada akhirnya yang muncul adalah arogansi kritikus Dhani [yang lebih kronik dari Dhani!!] dan, yang paling menyedihkan, keengganan untuk menghargai musisi lokal. Dhani biasa disebut plagiator. Ada beberapa hal yang perlu dicatat [gak pede untuk menggunakan kata ‘diluruskan’] tentang tuduhan ini.
Tentang Plagiat
Kata kamus Encarta, “plagiarism” adalah, “copy something from other person’s work: to copy another person’s idea or written work and CLAIM IT AS ORIGINAL.” Kalo kata Webster, “plagiarism” adalah “to steal and pass off (the ideas or words of another) as one’s own : use (another’s production) WITHOUT CREDITING THE SOURCE. (Kapitalisasi dari saya.)
Apakah Dhani plagiat? Untuk membuktikan seseorang plagiat tidak mudah karena anda harus mengkonfirmasi si seniman apakah dia mengaku-ngaku bahwa karyanya 100 persen original atau tidak, atau apakah ia menyebut sumber dari lirik atau nada yang anda tuduh diplagiat oleh si seniman itu.
Orijinalitas itu barang langka apalagi dalam budaya pop. Eklektikisme yang berlaku. Saya pernah berbincang dengan Paul Van Dyke, musikus elektronik yang suka “memberi nyawa baru pada musik-musik orang lain”. Dia sangat “humble”, tetapi percaya diri bahwa ngeDJ itu juga seni dan tentunya merasa bahwa ada orijinalitas di situ.
Kritikus Dhani biasanya berangkat dari asumsi bahwa Dhani mengakui karyanya 100 persen original, asli dari “inner imagination” dia. Ini kesalahan mereka. Dari awal, Dhani sudah menunjukkan kecenderungan dia pada Queen, U2, Toto atau The Beatles – yang semuanya juga tidak suci dari inspirasi band-band/musik/musisi pendahulu mereka.
Ketika mendengar lagu “Sembilan Hari” dari album Format Masa depan, saya tahu itu pasti terinspirasi dari lagu “Long Away” dari album A Day at the Races. Kalo saya tanya langsung ke Dhani apakah benar begitu, lalu dia bilang “gak kok, itu asli 100 persen original”. Dia seorang plagiat. Tapi kan Dhani sering banget bikin tribute untuk Queen dan albumnya terpampang foto Queen. Bisa dibilang dia sudah mengakui inspirasi itu, meski tidak harus secara verbal. Kasusnya beda ama Melly yang mengaku belum pernah mendengar “Liebesleid” (‘The Sadness of Love’) karya Kreisler yang melodinya sama banget sama reff lagu “Ada Apa Dengan Cinta”.
Meminjam dan Mencuri
Harus dibedakan antara “borrowing” dan “stealing” seperti kita membedakan “breaking” dan “entering”.
Anda bertanya, adakah orijinalitas dalam karya-karya Dhani? Nah pertanyaan ini sebenarnya sulit dijawab, karena sangat tergantung pada wawasan musik seseorang. Seperti kata Ananda Sukarlan, yang mengutip Stravinsky, “good composers don’t borrow, they steal.” Ananda bilang bahwa Rapsodia Nusantara No. 1 (dia klaim sebagai karya dia) itu merupakan lagu yang terinspirasi dari lagu Kicir-kicir dan Si Jali-Jali. Pada beberapa bagian, melodinya sama persis. Franz Liszt juga bikin Hungarian Rhapsody yang terpengaruh lagu Rakyat Polandia.
Dalam hal ini, Dhani, Ananda atau Franz Liszt itu “meminjam”, karena memang ketahuan jelas banget. Tetapi bukan berarti karya mereka tidak original sama sekali atau mereka plagiat! Mungkin ada yang mereka curi, tetapi kita tidak tahu. Itu rahasia komposer dan penulis lagu.
Ada beberapa lagu Dhani yang terdengar sangat original [misalnya Kuldesak atau Kasidah Cinta], tapi saya menduga pasti ada inspirasinya. Tapi wawasan musik saya tidak seluas Dhani. As a pop-rock song writer, Dhani is quite erudite. I sense ingenuity in his music, in the way he mystically and aesthetically mixed Led Zeppelin and the Great Sufis of Islam. Tapi ini soal selera, anda tentu boleh bilang musik Dhani basi, katrok atau kacangan. You have the civil and aesthetical rights to express your judgment.
Eh, kalo mencela Dhani? Yah, terserah. Mau bilang dia berengsek, arogan, megalomaniak, bengal, gila, imbecile, it’s none of my business. Itu semua bersifat slanderous dan, seperti yang suka dikatakan ahli debat di blogosphere, ad hominem. Bukan untuk diperdebatkan. Tapi bisa dibawa ke pengadilan [oleh Dhani dan Front Pembela Ahmad Dhani yang fanatik. Hehe…].
Diambil dari :http://gentole.wordpress.com/
Monday, July 28, 2008
Jilbab Biadab?? (I)
Jilbab Biadab ??(I)
Pernah denger istilah Jilbab Biadab?
Apakah yang ada di pikiran anda tentang jilbab biadab?
Apakah anda (wanita) termasuk dalam Jilbab Biadab?
Lalu apakah yang menjadi kriteria dia disebut sebagai Jilbab Biadab??
Bersambung....
Pernah denger istilah Jilbab Biadab?
Apakah yang ada di pikiran anda tentang jilbab biadab?
Apakah anda (wanita) termasuk dalam Jilbab Biadab?
Lalu apakah yang menjadi kriteria dia disebut sebagai Jilbab Biadab??
Bersambung....
Saturday, July 19, 2008
Rekaman Percakapan Artalyta
Setelah Kejaksaan Agung mengumumkan menghentikan penyelidikan kasus BLBI Sjamsul Nursalim pada 29 Februari 2008, ternyata Kemas Yahya Rahman (saat itu Jampidsus) ternyata saling berkomunikasi dengan Artalyta Suryani. Berikut petikan percakapan:
Artalyta (A)
Kemas (K)
A:Halo.
K:Halo.
A:Ya, siap.
K:Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A:Good, very good.
K:Jadi tugas saya sudah selesai.
A:Siap, tinggal…
K:Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.
A:Bagus itu.
K:Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A:Aaah Rakyat Merdeka nggak usah dibaca.
K:Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…
A:Sama ini mas, saya mau informasikan.
K:Yang mana?
A:Masalah si Joker.
K:Ooooo nanti, nanti, nanti.
A:Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.
K:Nanti, nanti, tenang saja.
A:Selasa saya kesitu ya…
K:Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah
pesan dari sana. Kita….
A:Iya sudah.
K:Sudah sampai itu.
A:Tapi begini Bang…
K:Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti
dalam perencanaan.
PERCAKAPAN AYIN DENGAN UNTUNG UDJI SANTOSO
Beberapa jam selesai jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap pada 2 Maret 2008.
Artalyta Suryani panik dan langsung menelpon Jamdatun Untung Udji Santoso.
Untung (U)
Artalyta (A)
U:Memang dikasih berapa duit?
A:660 ribu dolar.
U:4 M.
A:6 M.
U:Lailahailallah!
A:Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita?
U:Nggak iso ngelak kalau 6 M. Gila.
A:Jadi gimana?
U:Tak pikir enam atus juto gitu.
A:Nggak, itu banyak. Gimana?
U:Itu untuk siapa?
A:Ah, ya udahlah. Sekarang kita jalan keluarnya gimana?
U:Adu biyung gimana?
A:Heh.
U:Sik…sik. .. Kalau kayak gitu, susah itu.
A:Aku kena loh, Mas kayak gini.
U:Lah iya.
A:Aku bilang kan ajudanku.
U:Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae. Yo wes.
Gimana caranya hubungi Antasari.
A:Ya, coba sampeyan telepon dulu.
U:Udah, mati teleponnya.
A:Mati? Dicari. Suruh nyari dong. Feri (Direktur Penuntutan KPK Feri
Wibisono) suruh nyari.
U:Feri juga nggak ngangkat.
A:Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.
U:(terdiam lama).
A:Aku jawabnya apa ya? Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia pegang
juga. Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti menyuruh
seseorang dirumahnya melalkukan sesuatu).
U:Usahakan cepat you keluar. Nyari Antasari deh.
A:Ya, dimana dia rumahnya?
U:Di anu, di BSD. Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya. Tapi
jangan,jangan ke rumahnya. Ketemu dimana, di hotel atau dimana gitu deh.
A:Ya, aku kan udah mau dibawa. Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia,
Mas.Kan nggak kentara kalau sampeyan.
U:Ya, iya. Tapi teleponnya aku nggak ngerti rumahnya (suara Untung
terdengar gelagapan). Teleponnya gak diangkat, aku sudah minta Wisnu
(Jamintel Wisnu Subroto).
A:Sekarang susulin.
U:Tak telepon dulu.
A:Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.
U:Aku udah telpon Wisnu, demi Allah ini.
A:Kata Wisnu apa?
U:Aku sudah dibuka teleponnya. Aku juga nggak buka. Kamu punya nomor
lainnya nggak? Nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu
padanya ke Artalyta).
A:Sekarang aku kan mau dibawa. Supaya keterangannya sama gimana? Nanti kan
kena gimana? Kan jangan sampai kena semua.
U:Kenapa sih kok bingung gini? Aduh, gawean ae.
A:Makane. Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Jaksa Urip) maksa (ambil
uang US$ 660 ribu) hari ini.
U:Uhhh, kacau kabeh. (menghela nafas). Saya kira you di rumah saja. Nanti
you ditangkep kejaksaan.
A:Hah?
U:Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu loh…
A:Hah? Kenapa-kenapa Mas?
U:Mau diskenariokan begitu. Namun , neng endi iki?
A:Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.
U:Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan.
A:Ho..oh
U:Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan) dicekal KPK. Awakmu di kejaksaan. Loh
ini kok sudah penyelesaian begini. Kok ada uang begini. Maksudnya apa
begini loh kenapa-kenapa?
A:Kan saya bilang, saya tidak ada keterkaitannya juga dengan BLBI dan saya
nggak ada….
U:Jangan ngomong begitu. Nggak ada keterkaitannya. Biar saya saja yang
mancing. Bilang saja ada hubungan dagang sama dia. Terserahlah.
A:Lalu bilang apa?
PERCAKAPAN AYIN DENGAN URIP TRI GUNAWAN
Urip-Artalyta intens melakukan komunikasi. Salah satu rekamannya,
percakapan 27 Februari 2008, sore hari setelah Kejagung mengumumkan
penutupan penyelidikan kasus BLBI II.
Artalyta (A)
Urip (U)
A:Halo? Sudah beres?
U:Sip. Sudah beres. Pokoknya nggak ada macam-macam.
A:Pokoknya ini Minggu (2 Maret 2008), aku sudah ada. Aku sudah siap.
(Inimaksudnya adalah Dana suap sebesar US$ 660 ribu).
U:Garuk-garuk ya? Aku kan garuk-garuk tangan ini.
A:Garuk-garuk tangan?
U:Ngerti toh?
A:Oh iya..
U:Pokoknya tenang aja, aman sekali pokoknya.
A:Ya udah ini jangan terlalu lama, barang itu di rumahku kelamaan, di
brankasku.
U:Aku kan juga mengamankan dokumen-dokumen itu semua nanti ya itu kan. Yang
ex-ex kemarin itu harus tak amankan semua. Jangan sampai muncul
kemana-mana. Tapi sesuai aku bilang kemaren nggak ini.
A:Yang bilang kemarin berapa? Kan enam.
U:Belum bonusnya ya? Aku garuk-garuk kepala itu?
A:Aku udah komit, aku udah putus bicara itu sama ibu.
U:Gitu ya…tambahi dikitlah…
2 Maret 2008, atau dua hari setelah Kejagung menghentikan penyelidikan kasus
BLBI. Kembali keduanya melakukan percakapan ketika hendak mengambil uang di
kediaman Hang Lekir.
U:Jalan apa?
A:Terusan Hang Lekir. Kawasan Simprug WG9. WG nomor sembilan. Rumahnya itu
di huk, yang gede tinggi itu.
U:Nomor mobil DK 1832. Halo ibu, saya sudah di depan rumah ini.
A:Ooo klakson aja klakson.
Artalyta (A)
Kemas (K)
A:Halo.
K:Halo.
A:Ya, siap.
K:Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.
A:Good, very good.
K:Jadi tugas saya sudah selesai.
A:Siap, tinggal…
K:Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.
A:Bagus itu.
K:Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A:Aaah Rakyat Merdeka nggak usah dibaca.
K:Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…
A:Sama ini mas, saya mau informasikan.
K:Yang mana?
A:Masalah si Joker.
K:Ooooo nanti, nanti, nanti.
A:Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.
K:Nanti, nanti, tenang saja.
A:Selasa saya kesitu ya…
K:Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah
pesan dari sana. Kita….
A:Iya sudah.
K:Sudah sampai itu.
A:Tapi begini Bang…
K:Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti
dalam perencanaan.
PERCAKAPAN AYIN DENGAN UNTUNG UDJI SANTOSO
Beberapa jam selesai jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap pada 2 Maret 2008.
Artalyta Suryani panik dan langsung menelpon Jamdatun Untung Udji Santoso.
Untung (U)
Artalyta (A)
U:Memang dikasih berapa duit?
A:660 ribu dolar.
U:4 M.
A:6 M.
U:Lailahailallah!
A:Jadi bagaimana ini menyelamatkan itu semua, orang-orang kita?
U:Nggak iso ngelak kalau 6 M. Gila.
A:Jadi gimana?
U:Tak pikir enam atus juto gitu.
A:Nggak, itu banyak. Gimana?
U:Itu untuk siapa?
A:Ah, ya udahlah. Sekarang kita jalan keluarnya gimana?
U:Adu biyung gimana?
A:Heh.
U:Sik…sik. .. Kalau kayak gitu, susah itu.
A:Aku kena loh, Mas kayak gini.
U:Lah iya.
A:Aku bilang kan ajudanku.
U:Ajudan kok duite samono gede ne. Soko ngendi? Ngarang ae. Yo wes.
Gimana caranya hubungi Antasari.
A:Ya, coba sampeyan telepon dulu.
U:Udah, mati teleponnya.
A:Mati? Dicari. Suruh nyari dong. Feri (Direktur Penuntutan KPK Feri
Wibisono) suruh nyari.
U:Feri juga nggak ngangkat.
A:Jadi gimana? Ini kan mesti ngamanin bos kita semua.
U:(terdiam lama).
A:Aku jawabnya apa ya? Sekarang anakku kan masuk lewat belakang. Dia pegang
juga. Dia masuk (tiba-tiba terinterupsi, Artalyta seperti menyuruh
seseorang dirumahnya melalkukan sesuatu).
U:Usahakan cepat you keluar. Nyari Antasari deh.
A:Ya, dimana dia rumahnya?
U:Di anu, di BSD. Waduh, tapi saya tidak tahu juga rumahnya. Tapi
jangan,jangan ke rumahnya. Ketemu dimana, di hotel atau dimana gitu deh.
A:Ya, aku kan udah mau dibawa. Sampeyanlah yang kejar, yang nyari dia,
Mas.Kan nggak kentara kalau sampeyan.
U:Ya, iya. Tapi teleponnya aku nggak ngerti rumahnya (suara Untung
terdengar gelagapan). Teleponnya gak diangkat, aku sudah minta Wisnu
(Jamintel Wisnu Subroto).
A:Sekarang susulin.
U:Tak telepon dulu.
A:Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu.
U:Aku udah telpon Wisnu, demi Allah ini.
A:Kata Wisnu apa?
U:Aku sudah dibuka teleponnya. Aku juga nggak buka. Kamu punya nomor
lainnya nggak? Nggak punya, lah gimana? (Untung menirukan perkataan Wisnu
padanya ke Artalyta).
A:Sekarang aku kan mau dibawa. Supaya keterangannya sama gimana? Nanti kan
kena gimana? Kan jangan sampai kena semua.
U:Kenapa sih kok bingung gini? Aduh, gawean ae.
A:Makane. Makanya, aku dari luar Jakarta, dia (Jaksa Urip) maksa (ambil
uang US$ 660 ribu) hari ini.
U:Uhhh, kacau kabeh. (menghela nafas). Saya kira you di rumah saja. Nanti
you ditangkep kejaksaan.
A:Hah?
U:Ditangkep oleh jekso. Mau diskenariokan gitu loh…
A:Hah? Kenapa-kenapa Mas?
U:Mau diskenariokan begitu. Namun , neng endi iki?
A:Nggak, udah aman. Ini nomor lain. Aku di dalem rumah.
U:Nanti biar saja, kamu nanti yang ngambil kejaksaan.
A:Ho..oh
U:Si Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan) dicekal KPK. Awakmu di kejaksaan. Loh
ini kok sudah penyelesaian begini. Kok ada uang begini. Maksudnya apa
begini loh kenapa-kenapa?
A:Kan saya bilang, saya tidak ada keterkaitannya juga dengan BLBI dan saya
nggak ada….
U:Jangan ngomong begitu. Nggak ada keterkaitannya. Biar saya saja yang
mancing. Bilang saja ada hubungan dagang sama dia. Terserahlah.
A:Lalu bilang apa?
PERCAKAPAN AYIN DENGAN URIP TRI GUNAWAN
Urip-Artalyta intens melakukan komunikasi. Salah satu rekamannya,
percakapan 27 Februari 2008, sore hari setelah Kejagung mengumumkan
penutupan penyelidikan kasus BLBI II.
Artalyta (A)
Urip (U)
A:Halo? Sudah beres?
U:Sip. Sudah beres. Pokoknya nggak ada macam-macam.
A:Pokoknya ini Minggu (2 Maret 2008), aku sudah ada. Aku sudah siap.
(Inimaksudnya adalah Dana suap sebesar US$ 660 ribu).
U:Garuk-garuk ya? Aku kan garuk-garuk tangan ini.
A:Garuk-garuk tangan?
U:Ngerti toh?
A:Oh iya..
U:Pokoknya tenang aja, aman sekali pokoknya.
A:Ya udah ini jangan terlalu lama, barang itu di rumahku kelamaan, di
brankasku.
U:Aku kan juga mengamankan dokumen-dokumen itu semua nanti ya itu kan. Yang
ex-ex kemarin itu harus tak amankan semua. Jangan sampai muncul
kemana-mana. Tapi sesuai aku bilang kemaren nggak ini.
A:Yang bilang kemarin berapa? Kan enam.
U:Belum bonusnya ya? Aku garuk-garuk kepala itu?
A:Aku udah komit, aku udah putus bicara itu sama ibu.
U:Gitu ya…tambahi dikitlah…
2 Maret 2008, atau dua hari setelah Kejagung menghentikan penyelidikan kasus
BLBI. Kembali keduanya melakukan percakapan ketika hendak mengambil uang di
kediaman Hang Lekir.
U:Jalan apa?
A:Terusan Hang Lekir. Kawasan Simprug WG9. WG nomor sembilan. Rumahnya itu
di huk, yang gede tinggi itu.
U:Nomor mobil DK 1832. Halo ibu, saya sudah di depan rumah ini.
A:Ooo klakson aja klakson.
Thursday, July 3, 2008
Dia datang disaat yang tepat
Udah lama kan kamu menunggu kedatangannya?
Dan dahulu sering ada pertanyaan dari kamu,aku,dia dan mereka kenapa dia tidak segera datang?
Padahal mungkin kamu merasa kalo udah saatnya dia datang sedari dulu,saat kamu merasa jiwa mu udah hampa.Tapi kenapa dia belum datang?
Udah lama kan kamu menunggu kedatangannya?
Entah itu malam,pagi,siang dan sore hari disaat kamu melihat pancaran sinar matahari mulai meninggalkan kamarmu dan tentu saja kesendirianmu,dan disaat itu pula kamu selalu berharap dia selalu datang menemanimu.
Tapi kenapa dia belum juga datang?
Dan Pertanyaanmu sekarang udah terjawab,
Dia benar-benar datang kepadamu,membawa dan akan menemanimu
meski dia datang bukan disaat sinar matahari meninggalkan kamarmu dan kesendirianmu.
Tapi Yakinlah dia datang disaat yang tepat, Pak dhe
Dan dahulu sering ada pertanyaan dari kamu,aku,dia dan mereka kenapa dia tidak segera datang?
Padahal mungkin kamu merasa kalo udah saatnya dia datang sedari dulu,saat kamu merasa jiwa mu udah hampa.Tapi kenapa dia belum datang?
Udah lama kan kamu menunggu kedatangannya?
Entah itu malam,pagi,siang dan sore hari disaat kamu melihat pancaran sinar matahari mulai meninggalkan kamarmu dan tentu saja kesendirianmu,dan disaat itu pula kamu selalu berharap dia selalu datang menemanimu.
Tapi kenapa dia belum juga datang?
Dan Pertanyaanmu sekarang udah terjawab,
Dia benar-benar datang kepadamu,membawa dan akan menemanimu
meski dia datang bukan disaat sinar matahari meninggalkan kamarmu dan kesendirianmu.
Tapi Yakinlah dia datang disaat yang tepat, Pak dhe
Sunday, June 22, 2008
Ada apa dengan sutrisno bachir?
Ada apa dengan sutrisno bachir?
'Hidup adalah perbuatan' ,itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh seorang sutrisno bachir melalaui iklan-iklan diTV.Entah apa yang ada dibalik gencarnya iklan yang dilakukan oleh sutrisno bachir yang notabene merupakan seorang ketua dari partai PAN,bisa merupakan upaya untuk mengangkat citra dan popularitas pribadi atau merupakan strategi dari PAN untuk menaikkan pamor menuju pemilu 2009.
Yang pasti,ada tanda tanya besar yang ada dibalik penayangan iklan-iklan tersebut:APAKAH ITU BUKAN MERUPAKAN "CURI START" CALON PESERTA PEMILU 2009?
Dan yang paling menarik untuk dicermati adalah brapa besar modal yang dikeluarkan oleh sutrisno bachir untuk 'pencurian start' tersebut.Bila untuk sekali iklan berdurasi 30 detik di butuhkan biaya sebesar 2-20 juta,maka bisa kita bayangkan brapa biaya iklan yang harus dikeluarkan sutrisno bachir sampai saat ini.
Sebuah surat kabar nasional merilis bahwa angka 20M adalah angka yang telah dikeluarkan oleh sutrisno bachir,sebuah angka yang besar untuk sebuah pencitraan diri dan popularitas ditengah kondisi bangsa yang sedang prihatin.
ADA APA DENGANMU SUTRSINO BACHIR?
'Hidup adalah perbuatan' ,itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh seorang sutrisno bachir melalaui iklan-iklan diTV.Entah apa yang ada dibalik gencarnya iklan yang dilakukan oleh sutrisno bachir yang notabene merupakan seorang ketua dari partai PAN,bisa merupakan upaya untuk mengangkat citra dan popularitas pribadi atau merupakan strategi dari PAN untuk menaikkan pamor menuju pemilu 2009.
Yang pasti,ada tanda tanya besar yang ada dibalik penayangan iklan-iklan tersebut:APAKAH ITU BUKAN MERUPAKAN "CURI START" CALON PESERTA PEMILU 2009?
Dan yang paling menarik untuk dicermati adalah brapa besar modal yang dikeluarkan oleh sutrisno bachir untuk 'pencurian start' tersebut.Bila untuk sekali iklan berdurasi 30 detik di butuhkan biaya sebesar 2-20 juta,maka bisa kita bayangkan brapa biaya iklan yang harus dikeluarkan sutrisno bachir sampai saat ini.
Sebuah surat kabar nasional merilis bahwa angka 20M adalah angka yang telah dikeluarkan oleh sutrisno bachir,sebuah angka yang besar untuk sebuah pencitraan diri dan popularitas ditengah kondisi bangsa yang sedang prihatin.
ADA APA DENGANMU SUTRSINO BACHIR?
Sunday, June 15, 2008
FPI bukan front pembela Islam
FPI bukan front pembela Islam
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Pembela Islam atau perusak(citra) Islam?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Tapi kenapa banyak orang Islam merasa jijik dengan polah kalian.
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Pernahkan kalian mendapat mandat dari kami(Umat) Islam untuk membela kami?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Tapi kenapa tingkah kalian tidak Islami?
Kalian bilang kalian ini sang pembela ISlam,
Tapi benarkah ALLah telah meridhoi kalian sebagai pembela agama (Islam)NYa?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Ketahuilah,Kalian bukan pembela ISlam.
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Pembela Islam atau perusak(citra) Islam?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Tapi kenapa banyak orang Islam merasa jijik dengan polah kalian.
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Pernahkan kalian mendapat mandat dari kami(Umat) Islam untuk membela kami?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Tapi kenapa tingkah kalian tidak Islami?
Kalian bilang kalian ini sang pembela ISlam,
Tapi benarkah ALLah telah meridhoi kalian sebagai pembela agama (Islam)NYa?
Kalian bilang kalian ini sang pembela Islam,
Ketahuilah,Kalian bukan pembela ISlam.
Subscribe to:
Posts (Atom)